Rabu, 01 April 2015

SENSOR OPTIK


1.       Photocell
Description: https://fitrianp.files.wordpress.com/2011/03/poto.jpg?w=660
Gambar photocell
Photocell merupakan sebuah device yang karakteristik elektriknya dipengaruhi oleh cahaya. – Konduktansi sebagai fungsi intensitas cahaya masuk. Nilai resistansi berkisar dari 10MW (gelap) hingga 10W (terang). Sebaliknya pada kondisi terang, nilai resistansi menjadi tinggi sehingga arus tidak dapat mengalir dan lampu akan mati. Terdapat sebuah baterai atau sumber tegangan lain yang dihubungkan pada kedua elektroda untuk mengaktifkan photocell jika tidak ada cahaya. Waktu respons pun  lambat hingga 10 ms. Pada photocell, sensitivitas dan stabilitas tidak sebaik dioda foto. Foto sell sering digunakan karena biaya murah. Rangkaian photocell banyak digunakan pada instalasi penerangan lampu jalan, mercusuar, atau lampu-lampu yang membutuhkan otomatisasi.

2.        Photo Transistor
Sama halnya dioda foto, maka transistor foto juga dapat dibuat sebagai sensor cahaya.Ketika photon menumbuk basis transistor maka photon tersebut akan menghasilkan pasangan elektron dan hole. Elektron akan bergerak ke kolektor sedangkan hole akan diisi oleh elektron di emitor sehingga ada arus mengalir dari kolektor ke emitor. Phototransistor merupakan sebuah transistor yang akan saturasi pada saat menerima sinar infrared dan cut off pada saat tidak ada sinar infrared. Sensitivitas photo transistor jauh lebih besar daripada photodiode akan tetapi waktu responnya lebih lambat.
Description: https://fitrianp.files.wordpress.com/2011/03/pna1605f.jpg?w=300&h=300
Gambar Photo Transistor

3.       Photo Voltaic
Photovoltaic ini memiliki ciri dimana cahaya yang masuk langsung diubah menjadi tegangan. Semakin kuat cahaya yang diterima maka semakin besar tegangan dan arus yang dihasilkan. Contoh sensor photovoltaic ini adalah solar cell.
Description: http://llfbzw.blu.livefilestore.com/y1pP4WM5CR6ZnXqAjWDvKOuhxXafT9d8PP096NDost4pPqgzl4iNp3479Hkv-Q7s5B_yQ6BEkkBFPvH1B-AQXErdVFhoc-HhQxC/solar-panel-gs-2012.jpg
Solar Cell  Solar cell berfungsi untuk mengubah energi cahaya menjadi tegangan dan arus listrik. Intensitas cahaya yang masuk ke solar cell sangat mempengaruhi besarnya tegangan dan arus listrik. Solar cell sering digunakan pada kalkulator.

4.       Photo dioda 
Photodioda berfungsi untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik dan mengalirkan arus nya searah sesuai dengan prinsip dioda. Photo dioda hanya dapat mengalirkan arus listrik dari anoda ke katoda saja. Untuk teori perubahan konduktivitas cahaya photodioda sama dengan LDR. Bentuk photodioda hampir sama dengan dioda lainnya hanya saja ditambahkan lensa fokus agar cahaya jatuh tepat di pn junction. Photodioda sering digunakan pada sensor-sensor robot line follower.
Description: http://llfbzw.blu.livefilestore.com/y1ppbvVfyl2k_44g0-WoVvzdHPAQmJBQCnikzmUuv1mb7fp2Y-rMG_h1tAUxyyAEBLkIG6TZgyxpHK-40bkAEAjfDaYcA0HhdUZ/photo-transistor-gs-2012.jpg
5.       Pyrometer Optik
Pyrometer adalah sebuah termometer yang sangat akurat yang mengukur suhu benda dengan jalan mengukur besarnya radiasi total atau radiasi pada salah satu panjang gelombang. Pirometer dapat mengukur suhu yang sangat tinggi (kira-kira 500oC – 3000oC). Secara teori, suatu benda yang panas akan memancarkan radiasi dan cahaya disekelilingnya, semakin tinggi suhu benda tersebut maka makin besar radiasi dan intensitas cahaya yang dipancarkan. Besarnya radiasi dan intensitas cahaya ini tergantung dari suhu benda dan dari warna atau panjang gelombang sinar yang dipancarkan. Dengan mengukur radiasi total atau radiasi pada salah satu panjang gelombang maka temperature benda akan dapat ditentukan tanpa menyentuh benda tersebut, bahkan jika Anda berdiri agak jauh dari benda tersebut. Pirometer dibagi menjadi 2, yaitu:
1.       Pyrometer Radiasi.
Prinsip kerja pirometer ini yaitu dengan mengukur radiasi total yang dipancarkan oleh benda yang diukur. Pengukuran radiasinya dilakukan dengan menggunakan sensor panas seperti termokopel, radiasi yang datang diubah menjadi panas dan akan menaikkan temperature sensor atau sebuah sel peka cahaya mengubah energy cahaya menjadi besaran listrik.

2.       Pyrometer Optik
Prinsip kerja pirometer ini yaitu dengan mengukur radiasi pada salah satu warna (panjang gelombang). Pirometer optic bekerja berdasarkan pengukuran radiasi pada suatu panjang gelombang tertentu. Radiasi ini dinyatakan oleh terang benda tersebut pada warna yang sesuai dengan panjang gelombang. Pengukuran terang benda ini dilakukan dengan cara membandingkan dengan suatu lampu standard yang terangnya dapat diatur. Dengan mengatur arus yang melalui lampu, filamen dari lampu dapat dibuat sama terang dengan benda yang akan diukur suhunya. Bila terang filament dan benda telah sama maka keduanya akan terlihat baur menjadi satu. Bila suhu salah satu lebih tinggi maka akan terlihat berbeda. Besarnya arus yang melalui filamen lampu dapat langsung dikalibrasi menjadi temperature dari benda tersebut.
Faktor yang mempengaruhi ketelitian pengukuran :
·          Jarak dan ukuran dari target area.
·          Penyerapan radiasi oleh media udara, lensa dan lain-lain.
Sensivitas dari mata dalam membedakan terang.


Sumber:


JENIS-JENIS SENSOR

Beberapa jenis sensor yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronik antara lain sensor cahaya, sensor suhu, dan sensor tekanan.
Jenis sensor secara garis besar bisa dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
1.    Sensor Fisika
2.    Sensor Kimia
Sensor fisika adalah sensor yang mendeteksi suatu besaran berdasarkan hokum-hukum fisika. Yang termasuk kedalam jenis sensor fisika yaitu:
–          Sensor cahaya
–          Sensor suara
–          Sensor suhu
–          Sensor gaya
–          Sensor percepatan
Sensor kimia adalah sensor yang mendeteksi jumlah suatu zat kimia dengan cara mengubah besaran kimi menjadi besaran listrik. Biasanya ini melibatkan beberapa reaksi kimia. Yang termasuk kedalam jenis sensor kimia yaitu :
– Sensor PH
– Sensor Gas
– Sensor oksigen
– Sensor Ledakan
– dll

Disini saya akan menjelaskan lebih spesifik pada contoh implementasi dari sensorfisika khususnya sensor cahaya.

Sensor Cahaya
Sensor cahaya adalah alat yang digunakan untuk merubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Prinsip kerja dari alat ini adalah mengubah energi dari foton menjadi Elektron. Idealnya satu foton dapat membangkitkan satu elektron. Sensor cahaya sangat luas penggunaannya, salah satu yang paling terkenal adalah LDR (Light dependent resistor).
Komponen yang termasuk dalam Sensor cahaya yaitu :
–            LDR ( Light Dependent Resistor ) adalah sebuah resistor dimana nilai resistansinya akan berubah jika dikenai cahaya. Prinsip kerja dari LDR ini adalah Resistansi LDR akan berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10MΩ dan dalam keadaan terang sebesar 1KΩ atau kurang. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan. LDR digunakan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Saklar cahaya otomatis dan alarm pencuri adalah beberapa contoh alat yang menggunakan LDR. Akan tetapi karena responsnya terhadap cahaya cukup lambat, LDR tidak digunakan pada situasi dimana intesitas cahaya berubah secara drastis.
–            Fotovoltaic atau sel solar Adalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik. Sel solar silikon yang modern pada dasarnya adalah sambungan PN dengan lapisan P yang transparan. Jika ada cahaya pada lapisan transparan P akan menyebabkan gerakan elektron antara bagian P dan N, jadi menghasilkan tegangan DC yang kecil sekitar 0,5 volt per sel pada sinar matahari penuh. Sel fotovoltaic adalah jenis tranduser sinar/cahaya seperti pada gambar 1.
 Description: hi
Gambar 1. Cahaya pada sel fotovoltaik menghasilkan tegangan
–        Fotokonduktif adalah Energi yang jatuh pada sel fotokonduktif akan menyebabkan perubahan tahanan sel. Apabila permukaan alat ini gelap maka tahanan alat menjadi tinggi. Ketika menyala dengan terang  tahanan turun pada tingkat harga yang rendah. Seperti terlihat  pada gambar 2.
  Description: g
(a)                                   (b)
Gambar 2.(a) Sel Fo
(a) fotokonduktif ; (b) Cahaya pada sel fotokonduktif  mengubah harga resistansi
–            Photo Doida
Photo Dioda adalah sebuah dioda yang apabila dikenai cahaya akan memancarkan elctron sehingga akan mengalirkan arus listrik.
–            Phototransistor
Phototransistor adalah sebuah transistor yang apabila dikenai cahaya akan mengalirkan electron sehingga akan terjadi penguatan arus seperti pada sebuah transistor.
–            Optocoupler
Optocoupler adalah sebuah komponen kopling berbasis optik.
2.2.2  Sensor Suara
Sensor suara adalah sebuah alat yang mampu merubah gelombang Sinusioda suara menjadi gelombang sinus energi listrik. Sensor suara berkerja berdasarkan besar/kecilnya kekuatan gelombang suara yang mengenai membran sensor yang menyebabkan bergeraknya membran sensor yang juga terdapat sebuah kumparan kecil di balik membran tadi naik & turun. Oleh karena kumparan tersebut sebenarnya adalah ibarat sebuah pisau berlubang-lubang, maka pada saat ia bergerak naik-turun, ia juga telah membuat gelombng magnet yang mengalir melewatinya terpotong-potong. Kecepatan gerak kumparan menentukan kuat-lemahnya gelombang listrik yang dihasilkannya.
Prinsip kerja sensor suara yaitu merubah besaran suara menjadi besaran listrik, dan dipasaran sudah begitu luas penggunaan nya.Komponen yang termasuk dalam Sensor suara yaitu:
–       Microphone
Micropone adalah komponen elektronika dimana cara kerjanya yaitu membran yang digetarkn oleh gelombang suara akan menghasilkan sinyal listrik.
–       Dll.
2.2.3 Sensor Suhu
Sensor suhu adalah sensor yang cara kerjanya yaitu merubah besaran suhu menjadi besaran listrik dan dipasaran sudah begitu luas penggunaannya.
Komponen yang termasuk dalam sensor suhu yaitu:
–       NTC
NTC adalah komponen elektronika dimana jika dikenai panas maka tahanannya akan naik.
–        PTC
PTC adalah komponen elektronika dimana jika terkena panas maka tahannany akan semakin turun.
Ada 4 jenis utama sensor suhu yang biasa digunakan :
a) Thermocouple
Thermocouple pada pokoknya terdiri dari sepasang penghantar yang berbeda disambung las dilebur bersama satu sisi membentuk “hot” atau sambungan pengukuran yang ada ujung-ujung bebasnya untuk hubungan dengan sambungan referensi. Perbedaan suhu antara sambungan pengukuranmdengan sambungan referensi harus muncul untuk alat ini sehingga berfungsi sebagai thermocouple.
 Description: hjk Description: jj

(a)                                                                                  (b)
Gambar 3. (a)Thermocouple ; (b) Simbol thermocouple

b) Detektor Suhu Tahanan
Konsep utama dari yang mendasari pengukuran suhu dengan detektor suhu tahanan (resistant temperature detector = RTD) adalah tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini adalah presisi dan  dapat diulang lagi sehingga  memungkinkan pengukuran suhu yang  konsisten  melalui  pendeteksian tahanan. Bahan  yang sering digunakan RTD adalah platina karena kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas.
 Description: jjg Description: kl
(a)                                                        (b)
Gambar 4. (a) Detektor suhu tahanan (b) Simbol RTD


c) Thermistor
Adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif. Karena suhu meningkat, tahanan menurun dan sebaliknya. Thermistor sangat peka (perubahan tahanan sebesar 5 % per ³C) oleh karena itu mampu mendeteksi perubahan kecil di dalam suhu.
 Description: io
         Gambar 5.Thermistor
d) Sensor Suhu Rangkaian Terpadu (IC)
Sensor suhu dengan IC ini menggunakan chip silikon untuk elemen yang merasakan (sensor). Memiliki konfigurasi output tegangan dan arus. Meskipun terbatas dalam rentang suhu (dibawah 200 ³C), tetapi menghasilkan output yang sangat linear di atas rentang kerja.
 Description: ooo
 Sensor Tekanan
Prinsip kerja dari sensor tekanan ini adalah mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. kurang ketegangan didasarkan pada prinsip bahwa tahanan pengantar berubah dengan panjang dan luas penampang.
Daya yang diberikan pada kawat menyebabkan kawat bengkok  sehingga menyebabkan ukuran kawat berubah dan mengubah tahanannya, seperti terlihat pada gambar 7.
  Description: 78
Gambar 7. Aplikasi umum-pengukuran tekanan balok
 Description: 89
                                         Gambar 8. Penggunaan Sensor Tekan pada Pengukur Regangan Kawat
 Description: 12
                                       Gambar 9. Contoh Penggunaan Sensor Tekanan


Sumber: https://goodarif.wordpress.com/elektronika-dasar/sensor/

Kamis, 12 Maret 2015

TRANDUSER SENSOR & WIRELESS SENSOR NETWORK (WSN)

Pengertian Transduser
Transduser (Inggris: transducer) adalah sebuah alat yang mengubah satu bentuk daya menjadi bentuk daya lainnya untuk berbagai tujuan termasuk pengubahan ukuran atau informasi (misalnya,sensor tekanan). Transduser bisa berupa peralatan listrik, elektronik, elektromekanik, elektromagnetik, fotonik, atau fotovoltaik. Dalam pengertian yang lebih luas, transduser kadang-kadang juga didefinisikan sebagai suatu peralatan yang mengubah suatu bentuk sinyal menjadi bentuk sinyal lainnya.Contoh yang umum adalah pengeras suara (audio speaker), yang mengubah beragam voltase listrik yang berupa musik atau pidato, menjadi vibrasi mekanis. Contoh lain adalah mikrofon, yang mengubah suara kita, bunyi, atau energi akustik menjadi sinyal atau energi listrik.

Macam-macam Sensor dan Aplikasi Sensor
·         PENGERTIAN SENSOR PROXIMITY
Sensor Proximity adalah sebuah sensor jarak yang biasanya digunakan pada ponsel berlayar sentuh dan berada di bagian depan dengan dua lensa mirip kamera. Karakteristik dari sensor ini adalah mendeteksi obyek benda dengan jarak yang cukup dekat, berkisar antara 1 mm sampai beberapa centi meter saja sesuai type sensor yang digunakan.

Description: Description: proximity

Nah apa fungsi dari sensor ini ? Pada saat menerima tepon atau melakukan panggilan telpon, maka kita akan mendekatkan handphone ke telinga. Pada saat itu secara otomatis fungsi touch-screen akan mati (juga layarnya) sehingga layar tidak merespon kalau terkena telinga atau bagian tubuh yang lain.

Nah sudah jelas kan :D saat didekatkan sensor akan dekat dengan telinga sehingga mengirimkan respon dan layar akan dimatikan.

Proximity Switch atau Sensor Proximity adalah alat pendeteksi yang bekerja berdasarkan jarak obyek terhadap sensor. Karakteristik dari sensor ini adalah menditeksi obyek benda dengan jarak yang cukup dekat, berkisar antara 1 mm sampai beberapa centi meter saja sesuai type sensor yang digunakan. Proximity Switch ini mempunyai tegangan kerja antara 10-30 Vdc dan ada juga yang menggunakan tegangan 100-200VAC.
Description: Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWbVfr5Ir0GWppumd8GFNkHN_f66u7wVvd0_RVL91aFAH5x3R14NWyG1TGq2ApR6UbGeYWmpdRBrhQXr9Kmvg47pvGV2O-9wmVgCWw3Wvzg9yy26GteZc5phLFuVZ-1k38ga81WLPN7os/s400/mancagok+proximity_sensor_ibest.jpg

Hampir di setiap mesin mesin produksi sekarang ini menggunakan sensor jenis ini, sebab selain praktis sensor ini termasuk sensor yang tahan terhadap benturan ataupun goncangan, selain itu mudah pada saat melakukan perawatan ataupun perbaikan penggantian.

Proximity Sensor terbagi dua macam, yaitu:
  • Proximity Inductive
  • Proximity Capacitive
Proximity Inductive berfungsi untuk mendeteksi obyek besi/metal. Meskipun terhalang oleh benda non-metal, sensor akan tetap dapat mendeteksi selama dalam jarak (nilai) normal sensing atau jangkauannya. Jika sensor mendeteksi adanya besi di area sensingnya, maka kondisi output sensor akan berubah nilainya.

Proximity Capacitive akan mendeteksi semua obyek yang ada dalam jarak sensingnya baik metal maupun non-metal.
Jarak Diteksi
Jarak diteksi adalah jarak dari posisi yang terbaca dan tidak terbaca sensor untuk operasi kerjanya, ketika obyek benda digerakkan oleh metode tertentu.


Description: Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik-78KbUQZDvp2Qe-RbBEhvhPdrkCJmpepoR1dAl-moIV5SoRiyGiKT69vspDT1SSXVQcvrV4M2Vx-a3buVg7eZh-CgXoyfPraIxQJwmzLfCwqstkJvRWUGNFvJd5Gykduk7G6QSPvmhg/s400/Proximity_Sensor_08.gif

Pengaturan jarak 
Mengatur jarak dari permukaan sensor memungkinkan penggunaan sensor lebih stabil dalam operasi kerjanya, termasuk pengaruh suhu dan tegangan. Posisi objek (standar) sensing transit ini adalah sekitar 70% sampai 80% dari jarak (nilai) normal sensing.


Description: Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNvdGCV6uI-kCvZRmbFp_KC_LQGr7agpsmr57hv47e9mAsIgItl15e1cW9VkhZ4U81EgVSpic1n7b4vE78BAMJtz1UeNBtlyKBzdpSfrE9InnvQ12d_DU6W0d6wTgvFmEXFD4x2aI3Ok4/s400/Proximity_Sensor_09.gif

Nilai output dari Proximity Switch ini ada 3 macam, dan bisa diklasifikasikan juga sebagai nilai NO(Normally Open) dan NC (Normally Close). Persis seperti fungsi pada tombol, atau secara spesifik menyerupai fungsi limit switch dalam suatu sistem kerja rangkaian yang membutuhkan suatu perangkat pembaca dalam sistem kerja kontinue mesin.

Tiga macam ouput Proximity Switch ini bisa dilihat pada gambar dibawah.

Description: Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh975qmwhWf-atfXqo2RX1Fc2S2yyvIoVF-yNytzZVz6CxeqmvzidN433O3gYtk3gAFj8MUgq9Yhwb3q48Vv5jqm2ZNRUQ-0X4zhrqpH5iWx4ZhENJgjpxw4IQi7y4M72Xq2FEZbbhQMgA/s400/2_wdc.gif
Output 2 kabel VDC

Description: Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEireqmGpv0cMeKuK2u26eSgJpHKZWdrCguGbKJdMTxXvUCmX1nZK9Xx5OvmEGkG6AcQu2IBGcFcZvkLrYmhxjuwuSgLkYL9YQUy8thV0z7fmcHWbJiAbOelEjtCZF42QyHtYOdt2LEolQ8/s400/3_4_wdc.gif
Output 3 dan 4 kabel VDC

Description: Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpFlQyWpzdHC5_s0R7yd4vi0Qt-Nt8HctKEnxKF65y874UBssza3x1hj_kEcD2khcmyMRFkpQmnSMnVB9lk28hcnnfSZ1gWY654DHTlw2VVzeFb9E1JsHe2gOhGXJlObTmAInS6dYvXI4/s400/2_wac.gif
Output 2 kabel VAC

Dengan melihat gambar diatas kita dapat mengenali type sensor Proximity Switch ini, yaitu type NPN dan type PNP. Type inilah yang nanti bisa dikoneksikan dengan berbagai macam peralatan kontrol semi digital yang membutuhkan nilai nilai logika sebagai input untuk proses kerjanya.

Beberapa jenis Proximity Switch ini hanya bisa dikoneksikan dengan perangkat PLC tergantung type dan jenisnya. Sensor ini juga bisa dikoneksikan langsung dengan berbagai macam peralatan kontrol semi digital, dan counter relay digital adalah salah satunya.

Pada prinsipnya fungsi Proximity Switch ini dalam suatu rangkaian pengendali adalah sebagai kontrol untuk memati hidupkan suatu sistem interlock dengan bantuan peralatan semi digital untuk sistem kerja berurutan dalam rangkaian kontrol.
·         PENGERTIAN SENSOR MAGNET
Disebut juga Relai Buluh adalah Alat yang akan terpengaruh Medan Magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran, seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan oleh adanya medan magnet disekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap maupun uap.

Cara Kerja Magnet
Sensor ini akan bekerja ketika jenis konduktor berada/mempengaruhi keberadaan medan magnet sehingga magent dapat tertarik atau tertolak sesuai pengaruh yang diberikan.

Gambar Sensor Magnet
Description: Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEide86UHy1APhu_jd9s4Xu0mRVUrG2nXvp2HwCZ-pRvp3WgZSrA_FLLg2t6yjrpvWZjAx_xhiEA-BzJBc2jQBdvAgktJFPitQ2Lp-AQYl1OZ8LYr68xSdMBawdVzvX7KrguYnaKx6x8y0kP/s1600/magnetic-field-sensor.gif

Aplikasi Sensor Magnet
Alat yang populer saat ini adalah Maglev (Magnet Letivation), Alat ini diterapkan pada pintu mobil maupun pintu hotel karena alat ini berfungsi sebagai sensor maka akan mendeteksi penghantar yang sedang mendekat. Apakah cocok atau tidak, jika tidak tentu tidak akan membuka pintunya.





·         PENGERTIAN SENSOR SINAR
Description: Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxzcqgDdqFlDJyxCWhyphenhyphenP0d-hrPBbbh0tru4c1PYIk1Bol-UkyFZf2odDLHQzOVsQZ-S83pDjbsKRJ3h22ybPtn8uBzi_rhtSbh6PiMPP8QDmBHKPB7z9Y6vctK9NmRmdDqGybrCzyQiEzL/s1600/LDR.jpg

Sensor sinar terdiri dari 3 kategori :
1. Fotovoltaic / sel solar adalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar langsung menjadi energi sinar listrik, dengan adanya penyinaran cahaya akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan.

Prinsip Kerja Fotovoltaic :
Secara sederhana prinsip kerja solar Sel photovoltaic dapat dijelaskan dengan memisalkan sebagai dioda. Diode ini terdiri dari semikonduktor tipe N dan semikonduktor tipe P. Untuk membentuk semikonduktor silicon tipe N, yaitu ditambahkan bahan yang bervalensi 5 yang biasa digunakan antara lain Foster dan Arenakum.

Sedangkan untuk membentuk semikonduktor tipe P maka semikonduktor dengan valensi 4 ditambah dengan bahan yang bervalensi 3 biasanya dikenal dengan bahan ketidakmurnian. Jenis bahan ini adalah Boron, aluminium, kalsium, dan indium. Penambahan bahan ketidakmurnian ini akan menyebabkan satu bahan electron sehingga berbentuk lubang (hole).

Lubang ini dapat berpindah tempat yang satu ke tempat yang lain di dalam kristal. Yang terjadi adalah electron-elektron Kristal mengisi lubang yang kosong, sehingga timbul lubang baru. Lubang baru tersebut berpindah disebabkan karena ada electron yang mengisinya, maka setiap lubang akan memiliki muatan positif yang sama dan berlawanan dengan muatan negatif electron.

Bila cahaya matahari yang berupa energy foton datang mengenai sisi permukaan lebih besar dari energy ceah atau gap yang memisahkan pita valensi dan pita konduksi, maka elektron-elektron bergerak dari pita valensi ke pita konduksi melalui hubungan (junction) P-N. Lubang yang berada pada sisi tipe N bergerak ke posisi tipe P, dan sebaliknya elektron yang berada pada sisi tipe P bergerak ke sisi tipe N. Jika energy foton yang diterima dan diserap cukup besar, maka lubang akan bertahan di sisi tipe P dan elektron bertahan di sisi tipe N, sehingga mengakibatkan perbedaan tegangan antara kedua sisi tersebut (sisi tipe P dan tipe N). Bila sisi P dan N dihubungkan dengan suatu beban tersebut sehingga dapat diperoleh energi listrik.

Karena cahaya menembus kedua lapisan ini, maka akan berbentuk hole elektron. Medan elektrik yang terdapat pada batas lapisan menghalangi lubang (hole) dan elektron yang berkombinasi kembali, dengan demikian alat ini merupakan suatu alat pembangkit listrik kecil yang energinya diperoleh dari cahaya matahari.

2. Fotokoduktif ( fotoresistif ) yang akan memberikan perubahan tahanan ( resistansi ) pada sel-selnya, semakin tinggi intensitas cahaya yang diterima maka akan semakin kecil pula nilai tahanannya ( semakin besar konduktivitasnya ). Dengan sifat demikian, maka bahan ini banyak digunakan sebagai pengukur intensitas cahaya

Prinsip Kerja Fotokonduktif:
Prinsip kerjanya sangat sederhana, yaitu dengan adanya radiasi cahaya yang energinya melebihi energi ikat elektron dari atomnya, maka sebagian elektron pada bahan akan terlepas dari atomnya dan membentuk pasangan elektron-hole yang akan meningkatkan konduktivitas bahan. Dengan memberikan suatu sumber tegangan tertentu, maka arus yang dihasilkan akan sebanding dengan konduktivitas bahan atau sebanding dengan intensitas chaya yang diukur.
Skema prinsip kerja fotokonduktif bisa dilihat pada Gambar berikut :
Description: Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieVsDZskbOUEMre-efLXU7rdO4JPC9BUtNSQBdy0Bw4IWvz2GplzbHN_CwqT5yNWPg6cInfrUT0bMOURdFJ-ottvMMztt6tlWjokO4496VoH6ObUU9wroaB5yk75H-SkgIcHrT1cIoylN0/s1600/fotokonduktif.png
 Gambar prinsip kerja fotokonduktif


Bahan semikonduktor yang digunakan untuk fotoresistif adalah bahan yang pelepasan elektronnya cukup sensitif terhadap intensitas cahaya, dimana rasio atau perbandingan resistansi gelap dengan terang lebih dari 100:1. Beberapa bahan semikonduktor paduan yang mempunyai sifat demikian antara lain adalah: Cadmium Sulphide (CdS), Cadmium Solenide (CdSe), Lead Sulphide (PbS) dan Thalmium Sulphide (TlS).

Aplikasi dari Fotokonduktif antara lain :
  • Counting, misalkan mengukur kecepatan putaran menggunakan cahaya (digunakan CdS)
  • Pendeteksi kapal dan pesawat terbang (digunakan PbS dan TlS)
  • Pengukur intensitas cahaya
  • Saklar ON-OFF
  • Kontrol Rele
  • Pengatur tegangan
3. Fotolistrik adalah sensor yang berprinsip kerja berdasarkan pantulan karena perubahan posisi / jarak suatu sumber sinar ( inframerah atau laser ) ataupun target pemantulannya, yang terdiri dari pasangan sumber cahaya dan penerima.
Sumber: http://www.slideshare.net/ilhamdn3/pengertian-sensor-dan-tranduser

Wireless Sensor Network (WSN)
Wireless Sensor Network dalam Bahasa Indonesia sering disebut dengan Jaringan Sensor Nirkabel. Berikut saya akan mengulas tentang Wireless Sensor Network (WSN) yang saya kutip dari sumber http://blog.stikom.edu/yuwono/2013/05/07/wireless-sensor-network/
·         Konsep dasar dan pengertian jaringan sesor nirkabel
Wireless sensor network (jaringan sensor nirkabel) adalah suatu jaringan nirkabel yang terdiri dari kumpulan node sensor yang tersebar di suatu area tertentu (sensor field). Tiap node sensor memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data dan berkomunikasi dengan node sensor lainnya.

v  Karakteristik dari jaringan nirkabel ini diantaranya :

·         Dapat digunakan pada daya yang terbatas
·         Dapat ditempatkan pada konosi lingkungan yang keras
·         Dapat digunakan untuk kondisi dan pemrosesan data secara mobile
·         Mempunyai topologi jaringan yang dinamis, dengan sistem node yang heterogen
·         Dapat dikembangkan untuk skala besar.

Minggu, 10 Februari 2013

Koran Suara Merdeka Semarang - Senin, 19 Nopember 2007

KAMPUSIANA

SD Perumnas Krapyak Juara Lomba HUT SMP 18

SEMARANG- Berbagai lomba baru-baru ini diselenggarakan SMP 18 dalam rangka HUT Ke-30 SMP itu. Wali Kota Semarang yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Drs H Sri Santoso membuka dengan resmi perlombaan tingkat SD. Wali Kota berharap SMP 18 memacu diri untuk berprestasi lebih baik sehingga predikatnya sebagai sekolah standar nasional dapat ditingkatkan menjadi sekolah standar internasional.
Untuk Lomba Matematika, keluar sebagai juara I Pivi Noney Asri (SD Mukti Harjo Kidul), juara II Iklima Lintang (SD Sompok), juara III Y Edwad LS (SD PL Bernardus), harapan I Sulaiman Vandam (SDI Sultan Agung 3), dan harapan II Siti Badiyah (SD Ma'had Islah).
Lomba Solo Vokal kategori A, juara I Safira (SD Sompok), juara II AP Katerina (SDK Sang Timur), dan juara III Fida (SD Gayamsari 2-5), dan juara harapan Alynn (SD Karangturi).
Kategori B, juara I Angel Kurniawati (SD Marsudirini), juara II Yosandra Aldo (SD Srondol), juara III Larasati SP (SD Purwoyoso 11), harapan I Aleksandra Balerina (SDK Sang Timur), dan harapan II Eunike Bella (SD Gemah 1-2). Lomba Galang Putri, juara I regu SD Perumnas Krapyak, juara II SD Krobokan, juara III SD Karanganyar 1. Galang Putra, juara I SD Perumnas Krapyak, juara II SD Krobokan, dan juara III SD Purwoyoso 2-10. Keluar sebagai juara umum, SD Perumnas Krapyak dan berhak memboyong tropi bergilir Wali Kota Semarang. Menurut Kepala SMP 18 Drs Ringsung Suratno MPd, setiap juara mendapatkan trofi, uang pembinaan, dan piagam penghargaan. (ed-56)